Butir- butir air hujan bak berlian jatuh,
Menumbuhkan hawa sejuk yang khas,
Bumi yang tandus kini terlihat segar,
Bunga yang muram kini tersenyum bahagia,
Begitu juga aku yang duduk disampingmu nona…

Entah mengapa aku mematung,
Kala engkau berdiri sekali kali,dan duduk kembali,
Entah ada apa dengan lidahku ini,
Tak mampu sajak ini tercipta,
Kala engkau mengajakku berbincang,
Aku tak mau saat ini berlalu begitu saja,

Berdebar kencang sang jantung,
Semakin tak menentu kala wajah ayumu terlihat oleh mataku,
Huhh……
Sedang hujan mulai berlari menjauh dari kita,
Aku masih membisu dan mematung,

Nona,…
Tunggulah dulu,
Jangan engkau berlalu begitu cepat
Hujan….
Tetaplah mengguyur diatas sana
Jangan engkau berlari begitu jauh,

Tunggulah dulu nona……….