Awan mendung menyingsih,
Rinai gerimis berlari menjauh,
Membuka tabir rindu,
Menyibak dia yang malu,
Sinarnya bagai madu,
Hatiku yang dirundung pilu,

Rembulan,
Tak perlu engkau malu,
Sekarang hanya tinggal kita,
Seandainya aku mampu jadi bintang,
Niscaya aku akan setia menemanimu menghias malam,
Kalaupun aku mampu menjadi danau,
Niscaya aku akan menangkap cahayamu dan memantulkannya,
Hingga orang berkata “Indahnya cahaya rembulan di danau itu”
Atau yang lainnya, andai aku mampu akan aku lakukan,

Tataplah lekat mataku,
Pahamilah arti mata ini,
Aku bukanlah pujangga,
Yang dengan puisi, kata mewakili rasa,
Tolong pahamilah, karna aku tak mampu mengatakannya
Biarlah malam menjadi saksi,
Rembulan tak perlu engkau malu atas rasa ini..