Kala kuminum secangkir kopi
Mengepul aroma khas bijinya
Menepis gigil angin malam
Terbayang wajahnya
Kala kulempar pandangan ke atas sana
Sang bintang yang menari

Aduhh…….
Tulang rusukku sakit
Seakan ada yang patah
Sekilas terputar di pelupuk mata
Masa indah bersamanya
Saat bunga mawar masih segar
Aromanya yang khas
Mewarnai malam

Tapi kesalahan
Yang telah membuat dua hati perpisah
Kini dia dengan yang lain
Merangkai cerita yang berbeda dengan ku
Air mata ini tumpah
Membasahi hati

Aku tidak bisa memungkiri
Dan aku juga tidak mau berbohong
Aku ingin engkau mendengar
Sekali ini dan untuk yang terakhir
“Tulang rusukku, telah hilang”
Karena kaulah dia…