Siang itu langit memuntahkan air kehidupan ke bumi
Bukti akan tunduk pada titahNya
Aroma dinginpun menghempas raga
Bersimpuh keperaduan
Mencari tembok berlindung agar hangat sang raga
Seakan menolak akan titahNya

Kucoba melemparkan pandangan
Jauh kesana, di pinggir jalan raya
Dibawah lampu kota dia tersenyum
Menyanyikan lagu kesukaan
Berharap rasa suka tumbuh dalam hati pendengar
Berpakaian ala kadar
Berharap rasa iba hadir dalam nurani penonton

Hanya sedikit yang peduli
Tak banyak yang menaruh hati
Hanyalah kepingan logam, tak lebih
Itu sangat berarti
Agar dapat berharap kembali esok hari
Walau bagi sang pendengar dan penonton
Tiada arti

Teruslah berharap dan berdoa
Nyanyikanlah lagu kesukaanmu
Karna lagu itu, adalah jujur
Dunia ini penuh kepuraan, maka tetaplah jujur
Do’a ku menyertaimu saat panas maupun hujan
Duhai anak kecil bermain gitar
Teruslah bernyanyi