Kudapati rekaman mati saat dulu
Saat hitam dan putih mewarnai hari
Kala aku masih dalam dekapanmu
Hangat dan nyaman aroma tubuhmu

Ku buka lembar demi lembar album itu
Terlempar kembali jiwaku
Rasakan betapa tulus
Dirimu menjaga diri ini

Tersadar akan cinta sejati
Yang lahir dari hati suci
Membawa aku melambung
Tertidur dalam buaianmu
Bak diatas awan kapuk yang lembut

Memori ini terus berputar
Rekaman mati itu terasa hidup kembali
Menampar aku yang sekarang
Dengan penyesalan tiada arti
Kau balas apa cintanya?
Kau balas apa kasihnya?
Kau balas apa ketulusannya?

Aku menyesal
Tak sempat diri ini membuat mu tersenyum
Aku menyesal
Tak mampu diri ini menjadi yang kau pinta
Aku menyesal
Kenapa baru kini aku menyesali

Bunda,
Hanya do’a yang bisa aku berikan
Walau kita jauh, aku bisa merasan cintamu
Yang abadi dan tak lekang
Walau zaman berganti