Sampai pagi datang aku belum bisa tidur, sosok wanita bergaun merah dalam mimpi itu seakan nyata dan aku dibuat bertanya- tanya akan kehadirannya.

Hari ini adalah hari senin, seperti biasa aku pergi ke sekolah. Hanya butuh 10 menit untuk mencapai sekolah dengan naik motor.
Saat pelajaran dimulai, pikiranku tidak tenang. Entah ada apa yang pasti aku tidak bisa berkonsentrasi dan rasanya ngantuk sekali. Sekejap saja aku tertidur di ruang kelas dan seakan berdiri ditengah hamparan bunga melati. Harum sekali….Bunga-bunga itu bertebaran mengikuti tarian angin, melayang ke langit lepas dan jatuh di atas danau berair bening. Awan terlihat bersih dan cuaca begitu teduh. Kuputuskan untuk istirahat melepas lelah dibawah pohon beringin besar. Tak lama kemudian terdengar suara yang begitu merdu dan rasanya tidak asing ditelinga. Permainan piano yang pernah aku dengar sebelumnya, iya……ini adalah lagunya, lagu si wanita bergaun merah.
Karena penasaran, kucari sumber suaranya. Semakin lama semakin menghilang dan akhirnya diam………..

“Mau aku ajari?”

Betapa kagetnya aku, dia tepat dibelakangku. Ketika aku membalikkan badan untuk melihat wajahnya, aku terbangun dan tak sempat mengenali dia.
Sampai pelajaran hari ini selesai, aku tidak bisa berhenti memikirkan dia. Lalu aku putuskan untuk menemui ibu Sofi, dia adalah guru les ku dan merupakan saksi tabrakan yang menewaskan seorang pianist muda saat tabrakan maut terjadi minggu kemarin.
Rumahnya tidak jauh hanya 15 menit jalan kaki dari sekolah.

“Permisi ibu, maaf mengganggu, ada yang ingin saya tanyakan bu? Tanyaku yakin

“Soal piano, tidak apa, ayo masuk dulu” Jawabnya

Setelah mengatur keadaan dan lebih tenang, aku mulai menyampaikan maksud menemui ibu Sofi.

“Bukan tentang les bu, tapi tentang kecelakaan kemarin” Jelasku

“Iya, lalu?”

“Sejak tadi malam, aku ditemui sesosok wanita bergaun merah dalam mimpi bu, sampai hari ini saya belum tahu siapa wanita itu. Mungkin bisa saya kenali lewat gaunnya berwarna merah. Apa betul wanita yang mengalami kecelakaan minggu kemarin bergaun merah bu?”

Ibu Sofi terlihat diam, dia sedang berusaha untuk mengingat warna gaun wanita itu

“Tidak, bukan merah, kalau tidak salah gaunnya berwarna putih” Jawabnya

Aku menghela nafas panjang. Bukan berarti aku tenang tetapi semakin takut. Kalau bukan dia siapa lagi? Wanita bergaun merah yang misterius, pikirku.

Karena tidak mendapatkan jawaban, aku pulang kerumah dan menceritakan kejadian aneh ini kepada ayah.

“Ayah dimana nek?” tanyaku kepada nenek

“Ayahmu pergi keluar kota untuk 3 hari. Nenek yang akan mengurusmu 3 hari ini” jawab nenek

“Oo….aku kekamar ganti baju dulu ya nek. Setelah itu ada yang ingin aku ceritakan pada nenek” pintaku

“Iya” jawabnya

Lalu dengan segera aku lari kekamar dan tak lama kemudian kuhampiri nenek di ruang tamu. Aku ceritakan semua kepada nenek. Tentang kematian seorang pianist muda, tentang mimpi tadi malam dan tentang kehadiran seorang wanita bergaun merah disetiap mimpiku.
Nenek hanya terdiam, sesekali menghela nafas panjang.

“Ada apa nek?” Tanyaku penasaran

Nenek tetap diam,

“Apa kamu mencium bau bunga melati?” tanya nenek

“Benar nek” jawabku segera

Kemudian nenek berdiri dan menuju ke piano. Duduk dan memainkan sebuah lagu. Yah…musik ini, ini adalah musik yang perempuan itu mainkan.

“Nek, itu musik yang dia mainkan dalam mimpiku. Kenapa nenek bisa tahu?” tanyaku penasaran

“Ini adalah lagu kesukaannya” jawab nenek

“Jadi nenek kenal dengan dia? siapa dia nek?”

Nenek kembali diam dan menghentikan jemarinya bermain piano.

Dia adalah………

(Bersambung “Datanglah Kembali 3)