Malam itu, aku merasa lapar. Tepat pukul 22.00 WIB. Sebenarnya malas aku pergi keluar, udara malam begitu dingin. Akan tetapi rasa malasku terkalahkan oleh dentuman musik dalam perutku, kruk…kruk….semakin lapar.
iya, aku ambil jaket tebal dan berjalan keluar rumah, ternyata kota masih hidup, segala aktivitasnya masih terlihat dengan jelas, tidak percaya rasanya sudah pukul 22.00 WIB, “ini pukul 19.00 WIB” pikirku sambil tersenyum melihat aktivitas mereka.

Aduuhh….lapar ini semakin menyiksa, tenang.. tenang… sabar ya perut.
akhirnya warung itu sudah kelihatan, aku mencoba untuk berjalan cepat menuju sana.

Tetapi langkahku terhenti oleh perasaan yang tiba-tiba,
ada sesuatu yang mengalihkan perhatian,
kudapati 2 orang anak sedang memegang gitar mereka masing-masing sambil berdebat,

anak1 : gitarku lebih bagus dari gitarmu, suaranya indah dan tidak tumpang tindih, suaranya seragam….lihat gitarmu!! coba mainkan, sakit telinga mendengarkannya.

anak2 : lebih bagus gitarku, suara gitarmu tidak memberikan nada yang mengalun naik turun dan tinggi rendah..

anak1 : apa buktinya kalau gitarmu bisa memberikan nada seperti itu? coba mainkan…gitarku ini aku buat nadanya sama semua, jadi 6 dawainya memiliki suara yang sama, aku rombak semua….seperti inilah gitar yang bagus,se -ra-gam…

anak2 : sekarang aku belum mengerti cara memainkan giatar yang memiliki 6 dawai berbeda, tapi aku yakin ini jauh lebih baik daripada 6 dawai yang sama dalam 1 gitar.
bagaimana kalau 1 minggu kedepan kita pamerkan kemampuan kita masing-masing disini, biar orang-orang yang menilai.

anak1 : aku sepakat!

aku tersenyum sesaat, mereka benar-benar hebat, berdebat dan berani memberi bukti. setelah melihat mereka berdebat, aku pergi ke warung dan membeli makan untuk dibungkus…Aku ingin melihat apa yang terjadi pada mereka 1 minggu kedepan.

1 minggu kemudian, aku datang ketempat itu, kulihat anak1 sedang memainkan gitar dengan 6 dawai yang sama, memang tidak buruk tapi aku tidak merasakan sesuatu saat gitar dimainkan, gitar itu tidak bisa menaikkan dan menurunkan emosi, cerita lagu tidak dapat tersampaikan, hanyalah suara DATAR…
sekarang giliran anak2, aku sangat terkejut, begitu indah, damai, mengalun merdu, aku terlarut dalam emosi lagu, aku merinding, terbang rasanya jiwa ini…benar – benar permainan menkjubkan..orang-orang mulai berkerumun menyaksikan aksinya, semakin lama semakin banyak.

di akhir pertunjukkan, anak1 hanya terdiam, sedang anak2 berdiri dan berkata kesemua orang yang melihat,

“aku tahu, tiap dawai pada gitar ini beda, 6 dawai yang menghasilkan suara yang berbeda, tetapi apakah mustahil akan tercipta keindahan dan ketentraman jika sesuatu yang berbeda disatukan? Biarlah gitar ini yang menjawab”

lalu dia memainkan gitarnya kembali, dan aku rasa kedua gitar itu, gitar anak1 dan anak2, sudah sangat jelas memberi jawaban..